20 Ide Judul OMI Riset 2026 Tema Ekoteologi untuk MTs dan MA

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Bidang Riset membuka peluang bagi peserta MTs dan MA untuk mengembangkan penelitian yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Salah satu ruang lingkup resmi yang dapat dipilih peserta adalah Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan.

Baca juga: Tata Tertib OMI 2026: Aturan Ujian yang Wajib Diketahui Peserta

Berdasarkan Petunjuk Teknis OMI 2026, fokus penelitian dalam ruang lingkup Ekoteologi meliputi lingkungan dan agama, Kurikulum Berbasis Cinta dan kepedulian terhadap bumi/lingkungan, kesehatan dan agama, serta inovasi sains/teknologi dan agama.

Ruang lingkup tersebut memberikan kesempatan yang cukup luas bagi peserta untuk mengangkat persoalan nyata di madrasah maupun masyarakat.


Apa Itu Tema Ekoteologi OMI Riset 2026?

Dalam konteks OMI Riset 2026, Ekoteologi tidak terbatas pada penelitian mengenai sampah atau lingkungan.

Berdasarkan framework Juknis, peserta dapat mengembangkan penelitian yang mempertemukan nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan, kesehatan, pendidikan, serta inovasi sains dan teknologi.

Artinya, peserta dapat memulai penelitian dari persoalan sederhana di sekitarnya kemudian mengkajinya menggunakan pendekatan ilmiah sekaligus menghubungkannya dengan nilai keislaman yang relevan.

20 Ide Judul OMI Riset 2026 Tema Ekoteologi

Berikut beberapa inspirasi yang dapat dikembangkan. Judul-judul ini bukan judul resmi dari Kementerian Agama, melainkan contoh yang disusun berdasarkan ruang lingkup Juknis OMI 2026.

1. Pemanfaatan Air Wudu untuk Irigasi Tanaman sebagai Praktik Ekoteologi di Madrasah

Meneliti kemungkinan pemanfaatan kembali air bekas wudu untuk menyiram tanaman sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

2. Gerakan Sedekah Sampah sebagai Model Penguatan Kepedulian Lingkungan Siswa Madrasah

Mengembangkan konsep pengelolaan sampah yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai berbagi dan tanggung jawab sosial.


3. Pengaruh Pembiasaan Ayat Ekologi terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Siswa Madrasah

Meneliti perubahan pengetahuan atau perilaku siswa setelah memperoleh kegiatan pembiasaan yang menghubungkan nilai keagamaan dengan lingkungan.

4. Eco-Masjid sebagai Pusat Edukasi Lingkungan Berbasis Nilai Keislaman bagi Remaja

Mengkaji potensi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan kepedulian lingkungan.

5. Integrasi Nilai Khalifah Fil Ardh dalam Pengelolaan Sampah Madrasah

Mengkaji penerapan tanggung jawab manusia terhadap alam melalui kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.

6. Pengembangan Kebun Herbal Madrasah sebagai Media Integrasi Sains, Kesehatan dan Nilai Islam

Mengembangkan kebun tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sains sekaligus pendidikan kesehatan dan keagamaan.

7. Pengaruh Program Jumat Bersih terhadap Karakter Peduli Lingkungan Siswa Madrasah

Meneliti efektivitas kegiatan rutin Jumat Bersih dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan dan lingkungan.


8. Eco-Pesantren Mini sebagai Model Pembiasaan Perilaku Ramah Lingkungan Siswa Madrasah

Mengembangkan program sederhana yang memadukan pembiasaan keagamaan dengan perilaku ramah lingkungan.

9. Pengaruh Kurikulum Berbasis Cinta terhadap Kepedulian Siswa pada Lingkungan Madrasah

Mengkaji hubungan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan sikap siswa terhadap lingkungan.

Tema ini sangat relevan karena Juknis secara langsung memasukkan Kurikulum Berbasis Cinta dan kepedulian terhadap bumi/lingkungan dalam fokus Ekoteologi.

10. Gerakan Satu Siswa Satu Tanaman sebagai Model Pendidikan Ekoteologi di Madrasah

Meneliti efektivitas gerakan menanam dan merawat tanaman untuk membangun tanggung jawab ekologis siswa.

11. Pemanfaatan Sampah Organik Kantin Madrasah menjadi Kompos Berbasis Edukasi Keislaman

Mengembangkan pengolahan sisa makanan dan sampah organik menjadi kompos sekaligus sebagai sarana edukasi lingkungan.

12. Efektivitas Pesan Keagamaan terhadap Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Madrasah

Meneliti apakah pesan keagamaan yang dikombinasikan dengan edukasi lingkungan dapat memengaruhi perilaku penggunaan plastik.


13. Pengembangan Eco-School Berbasis Nilai Islam untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Siswa

Mengembangkan model atau program madrasah ramah lingkungan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.

14. Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Peduli Lingkungan Siswa Madrasah

Meneliti hubungan antara aspek religiusitas yang didefinisikan secara terukur dengan perilaku menjaga lingkungan.

15. Pemanfaatan Limbah Kertas Madrasah sebagai Produk Kreatif Bernilai Edukasi Ekoteologi

Mengembangkan produk dari kertas bekas sekaligus menguji manfaatnya sebagai media edukasi lingkungan.

16. Gerakan Hemat Air Berbasis Nilai Islam untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologis Siswa

Mengembangkan program hemat air dan mengukur perubahan perilaku peserta setelah program dilaksanakan.

17. Pengembangan Media Digital Ekoteologi untuk Edukasi Lingkungan Siswa Madrasah

Mengembangkan media digital sederhana yang menyampaikan hubungan antara ilmu lingkungan dan nilai keagamaan.

18. Integrasi Nilai Keislaman dalam Budidaya Tanaman Organik di Lingkungan Madrasah

Mengkaji atau mengembangkan praktik budidaya tanaman yang dapat menjadi media pendidikan sains, lingkungan, dan nilai Islam.


19. Pengembangan Bank Sampah Madrasah Berbasis Nilai Keislaman dan Ekonomi Sirkular

Mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang menggabungkan pendidikan lingkungan, nilai keagamaan, dan pemanfaatan kembali sumber daya.

20. Model Green Madrasah Berbasis Ekoteologi untuk Membentuk Perilaku Ramah Lingkungan Siswa

Mengembangkan model kegiatan madrasah yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan nilai-nilai keislaman.

Jangan Hanya Memilih Judul yang Terdengar Canggih

Dalam memilih judul OMI Riset, peserta sebaiknya mempertimbangkan apakah penelitian tersebut benar-benar dapat dilakukan.

Misalnya, penelitian:

“Pemanfaatan Air Wudu untuk Irigasi Tanaman sebagai Praktik Ekoteologi di Madrasah”

relatif mudah dikembangkan karena objek penelitian tersedia di lingkungan madrasah. Peserta dapat mengukur volume air, kebutuhan tanaman, efektivitas pemanfaatannya, atau merancang sistem sederhana untuk menyalurkan air.

Dengan demikian, penelitian memiliki masalah nyata, data nyata, proses ilmiah, dan manfaat yang dapat diamati.

Perhatikan Orisinalitas Proposal

Daftar judul di atas jangan langsung disalin menjadi proposal. Gunakan sebagai inspirasi kemudian sesuaikan dengan persoalan yang benar-benar ditemukan di lingkungan peserta.

Hal tersebut penting karena pada seleksi proposal terdapat pemeriksaan administratif yang mencakup cek similarity maksimal 25%. Setelah pemeriksaan administrasi dan penilaian substansi, dipilih 30 proposal terbaik per ruang lingkup dan jenjang.

Karena itu, peserta perlu mengembangkan karakteristik dan kebaruan penelitian sendiri.


Apa yang Membuat Riset OMI Menarik bagi Juri?

Juknis memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai aspek penilaian laporan riset.

Di antaranya adalah orisinalitas gagasan, Kekayaan Intelektual, kreativitas dan kekinian, relevansi teori dan kajian pustaka, metode riset, kebermanfaatan, hasil dan pembahasan, serta koherensi dan teknik penulisan.

Artinya, penelitian tidak harus menggunakan teknologi yang sangat rumit.

Penelitian sederhana yang orisinal, relevan dengan persoalan sekitar, menggunakan metode yang tepat dan menghasilkan manfaat tetap layak dikembangkan.

Kesimpulan

Tema Ekoteologi OMI Riset 2026 menawarkan ruang penelitian yang luas bagi peserta MTs dan MA. Peserta dapat mengembangkan penelitian tentang lingkungan, agama, Kurikulum Berbasis Cinta, kesehatan, hingga inovasi sains dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai keagamaan.

Kunci utamanya adalah jangan sekadar mencari judul yang terlihat hebat. Mulailah dari masalah nyata di madrasah atau masyarakat, kemudian tentukan solusi, metode penelitian, data yang diperlukan, serta nilai kebaruan yang ingin ditawarkan.

Leave a Comment