Kabar terbaru bagi Operator Madrasah Aliyah (MA), proses pengajuan nomor seri ijazah melalui aplikasi PDUM untuk Tahun Ajaran 2025/2026 kini resmi dibuka. Madrasah diminta segera melakukan sinkronisasi dan pengecekan data agar proses penerbitan ijazah berjalan lancar tanpa kendala.
Baca Juga: Pengumuman Hasil TKA 2026 SD/MI dan SMP/MTs Resmi Dirilis, Ini Jadwal dan Cara Ceknya
Pembukaan ajuan nomor seri ini menjadi tahapan penting dalam manajemen ijazah digital yang saat ini terintegrasi dengan data pusat melalui PDUM dan EMIS.
Tahapan Pengajuan Nomor Seri Ijazah di PDUM MA
Berikut prosedur yang perlu diperhatikan oleh operator madrasah:
1. Lakukan Sinkronisasi DNT di Menu Alumni
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah melakukan sinkronisasi DNT pada menu alumni di PDUM.
Perlu diperhatikan bahwa:
-
- Hanya siswa yang sudah berhasil tersinkronisasi DNT yang dapat diajukan nomor serinya.
- Pastikan seluruh data peserta didik sudah valid sebelum melakukan sinkronisasi.
2. Pengajuan Nomor Seri Bisa Dilakukan Lebih dari Sekali
PDUM memberikan fleksibilitas dalam proses pengajuan nomor seri.
Operator dapat melakukan pengajuan lebih dari satu kali dengan ketentuan:
- Pengajuan sebelumnya sudah diproses.
- Masih terdapat siswa yang sudah sync DNT tetapi belum memiliki nomor seri.
Tombol pengajuan akan otomatis muncul apabila masih ada data siswa yang memenuhi syarat pengajuan.
3. Isi Tanggal Cetak Ijazah di Menu Cetak Ijazah
Sebelum proses generate ijazah dilakukan, operator wajib terlebih dahulu mengisi tanggal cetak ijazah pada menu Cetak Ijazah.
Tahapan ini menjadi syarat utama agar sistem dapat melanjutkan proses penerbitan dokumen ijazah.
4. Generate Ijazah Setelah Tanggal Cetak Terisi
Setelah pengisian tanggal cetak selesai dilakukan, barulah madrasah dapat melakukan generate ijazah melalui sistem PDUM.
Pastikan seluruh data:
- Nama siswa
- Tempat dan tanggal lahir
- NISN
- Nomor seri
- Data madrasah
sudah diperiksa secara detail sebelum dicetak ke blangko asli.
Disarankan Cetak Dulu di Kertas Biasa
Walaupun distribusi blangko ijazah resmi belum tersedia, madrasah dianjurkan untuk:
Mencetak ijazah terlebih dahulu menggunakan kertas biasa.
Melakukan pengecekan menyeluruh terhadap data siswa.
Membentuk tim verifikasi data internal madrasah.
Langkah ini penting untuk meminimalisir kesalahan penulisan data pada saat pencetakan menggunakan blangko asli nantinya.
Madrasah Diminta Lebih Teliti dalam Verifikasi Data
Transformasi sistem ijazah digital membuat validitas data menjadi faktor utama dalam penerbitan ijazah. Kesalahan kecil pada biodata peserta didik dapat berdampak pada legalitas dokumen ijazah.
Karena itu, operator dan pihak madrasah diimbau untuk melakukan pengecekan berlapis sebelum proses finalisasi dilakukan di PDUM.




