Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat transformasi digital layanan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melalui pengembangan EMIS GTK. Dalam Zoom Meeting bersama operator dan pengelola EMIS, Kemenag menyampaikan berbagai pembaruan penting terkait integrasi data, sinkronisasi layanan, hingga pengembangan fitur yang akan diterapkan secara bertahap pada sistem terbaru.
Baca juga: Kemenag Gelar Webinar Gratis Gemini AI untuk Guru Madrasah, Raih Sertifikat Resmi Google
Sebanyak 13 poin pembaruan menjadi fokus pembahasan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan data GTK, kepegawaian, absensi, sertifikasi, hingga layanan administrasi madrasah. Informasi ini perlu dipahami oleh guru, kepala madrasah, dan operator agar proses migrasi menuju EMIS GTK terbaru dapat berjalan dengan lancar.
Mengapa EMIS GTK Terus Dikembangkan?
Pengembangan EMIS GTK merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menghadirkan sistem layanan yang lebih terintegrasi, akurat, dan efisien. Sebelumnya, berbagai data GTK tersebar di beberapa aplikasi, sehingga proses pembaruan data sering kali memerlukan sinkronisasi manual.
Melalui sistem terbaru, EMIS GTK akan menghubungkan berbagai layanan, seperti SIMPEG, EMIS 4, Simpatika, dan PUSAKA, sehingga pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan dapat dilakukan secara lebih efektif.
13 Pembaruan Penting EMIS GTK Terbaru
Dalam Zoom Meeting EMIS GTK, Kementerian Agama menyampaikan sejumlah perkembangan yang sedang berlangsung. Berikut poin-poin penting yang perlu diketahui.
1. Data PNS dan PPPK Terhubung dengan SIMPEG
Data Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan disinkronkan langsung dengan SIMPEG.
Data yang terintegrasi meliputi:
- Nomor Induk Pegawai (NIP)
- Nama
- Gelar
- Kualifikasi pendidikan
- Pangkat dan golongan
- Gaji pokok
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data serta mengurangi proses pembaruan secara manual.
2. Data Guru Non ASN Bersumber dari Simpatika
Untuk guru Non ASN, sistem akan mengambil data dari Simpatika yang telah terhubung dengan EMIS 4. Dengan demikian, data guru tetap konsisten selama proses migrasi menuju sistem baru.
3. Absensi ASN Terintegrasi dengan PUSAKA
Absensi bagi PNS dan PPPK nantinya berasal dari aplikasi PUSAKA. Integrasi ini bertujuan menciptakan sistem kehadiran yang lebih akurat dan terpusat.
4. Absensi Guru Non ASN Tetap Melalui Operator
Berbeda dengan ASN, pengelolaan absensi guru Non ASN masih dilakukan oleh operator madrasah sesuai mekanisme yang berlaku.
5. Sinkronisasi Data Rombongan Belajar
Data rombongan belajar (rombel) beserta data siswa akan disinkronkan langsung dengan EMIS 4 sehingga seluruh informasi akademik tetap selaras.
6. Rombel Berpengaruh pada Keaktifan Kolektif Madrasah
Data rombel yang telah tersinkronisasi nantinya akan menjadi salah satu komponen dalam penilaian keaktifan kolektif madrasah.
7. Fitur Pembatalan Ajuan Masih Dikembangkan
Menu pembatalan ajuan belum dapat digunakan karena masih berada dalam tahap penyempurnaan oleh tim pengembang.
8. Perbaikan Linieritas Mata Pelajaran
Kementerian Agama juga sedang menyempurnakan fitur linieritas mata pelajaran agar sesuai dengan regulasi dan kebutuhan pengelolaan guru.
9. Integrasi Simpatika Masih Berlangsung
Integrasi data Simpatika masih terus dilakukan, terutama untuk data:
- Status sertifikasi guru.
- Data kepegawaian.
- Informasi pendukung lainnya.
10. Pengelolaan Kalender Sedang Disempurnakan
Fitur pengaturan kalender, termasuk pengelolaan hari libur, masih dalam proses pengembangan agar lebih fleksibel digunakan oleh madrasah.
11. Menu Pengajuan Cuti Belum Tersedia
Layanan pengajuan cuti belum dapat diakses karena masih berada dalam tahap pengembangan sistem.
12. Fitur Unduh Data Detail Diusulkan
Operator madrasah mengusulkan penambahan fitur untuk mengunduh data secara lebih rinci. Usulan tersebut saat ini sedang dipertimbangkan oleh tim pengembang.
13. Penyempurnaan Fitur Alih Fungsi
Beberapa menu yang berkaitan dengan alih fungsi guru masih dalam tahap penyempurnaan sehingga belum dapat digunakan secara optimal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Selain menyampaikan pembaruan sistem, tim EMIS GTK juga menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh operator madrasah.
Bagaimana Cara Mengubah Data Diri?
Perubahan data diri tetap dilakukan melalui EMIS 4. Data yang tampil di EMIS GTK merupakan hasil integrasi sehingga pengguna tidak perlu melakukan perubahan langsung pada sistem baru.
Apakah Verval NRG Dilakukan di Simpatika atau EMIS GTK?
Untuk sementara, proses Verifikasi dan Validasi Nomor Registrasi Guru (NRG) disarankan dilakukan melalui EMIS GTK setelah proses integrasi data selesai. Informasi teknis selanjutnya akan diumumkan oleh Kementerian Agama.
Bagaimana dengan Peserta PPG Batch 4 yang Sudah Memiliki Sertifikat Pendidik?
Berdasarkan informasi sementara, penerbitan verifikasi NRG dilakukan secara otomatis bagi peserta yang telah memperoleh Sertifikat Pendidik (Serdik). Namun, petunjuk teknis lanjutan masih menunggu kebijakan resmi dari pusat.
Apakah GTK yang Baru Melakukan Verval NRG Perlu Mengulang?
GTK yang telah melakukan verval NRG dalam satu hingga dua bulan terakhir kemungkinan perlu melakukan verifikasi ulang melalui EMIS GTK apabila data belum muncul setelah proses integrasi selesai.
Verval Ijazah Dihentikan Sementara
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa verifikasi dan validasi ijazah (Verval Ijazah) yang belum selesai akan dihentikan sementara selama proses integrasi data berlangsung.
Kebijakan ini bertujuan menjaga kestabilan sistem dan memastikan seluruh data dapat dimigrasikan secara optimal sebelum layanan kembali dibuka.
Dampak Pembaruan EMIS GTK bagi Madrasah
Pengembangan EMIS GTK membawa perubahan yang cukup signifikan bagi pengelolaan administrasi madrasah. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses pembaruan data guru, pengelolaan kepegawaian, absensi, hingga layanan sertifikasi diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat.
Di sisi lain, guru dan operator madrasah perlu aktif mengikuti setiap informasi resmi dari Kementerian Agama agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang sedang berlangsung.
Langkah yang Perlu Dilakukan GTK dan Operator
Agar proses migrasi berjalan lancar, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
-
- Pastikan data pribadi dan kepegawaian telah sesuai.
- Pantau perkembangan integrasi EMIS GTK secara berkala.
- Ikuti petunjuk resmi dari Kementerian Agama terkait penggunaan fitur baru.
- Hindari melakukan perubahan data di luar mekanisme yang telah ditetapkan.
- Berkoordinasi dengan operator madrasah apabila menemukan kendala selama proses migrasi.
Penutup
Pengembangan EMIS GTK menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam memperkuat layanan digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. Melalui integrasi berbagai sistem, diharapkan pengelolaan data menjadi lebih sederhana, akurat, dan efisien.
Selama proses pengembangan masih berlangsung, seluruh GTK dan operator madrasah diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari Kementerian Agama, memastikan data selalu valid, serta memahami setiap pembaruan yang diterapkan agar seluruh layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.