Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi Bidang Sains, tetapi juga Bidang Riset bagi peserta didik jenjang MTs dan MA. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026, rangkaian OMI Bidang Riset berlangsung mulai Agustus hingga November 2026.
Baca juga: Daftar Mata Pelajaran OMI 2026 Jenjang MI, MTs dan MA
Bagi madrasah, guru pembimbing, dan peserta yang ingin mengikuti OMI Riset 2026, jadwal menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Tahapannya dimulai dari pendaftaran dan unggah proposal, penilaian proposal, presentasi, pelaksanaan riset, hingga Grand Final dan Expo OMI 2026.
OMI Bidang Riset 2026 untuk MTs dan MA
Bidang Riset merupakan salah satu bagian penting dari OMI 2026. Melalui kompetisi ini, peserta didik diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menemukan masalah, menyusun gagasan ilmiah, melakukan penelitian, menganalisis data, serta mengomunikasikan hasil riset.
Dalam Juknis OMI 2026, Bidang Riset diperuntukkan bagi peserta didik MTs/SMP/sederajat dan MA/SMA/sederajat.
Riset yang diajukan harus memilih salah satu dari tiga ruang lingkup utama, yaitu:
- Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
- Sustainable Development Goals (SDGs)
- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Ketiga pilihan tersebut tercantum secara khusus dalam format proposal resmi OMI Bidang Riset 2026.
Jadwal Lengkap OMI Riset 2026
Berdasarkan Petunjuk Teknis OMI 2026, rangkaian Bidang Riset memiliki sejumlah tahapan yang harus dilalui peserta.
1. Pendaftaran dan Unggah Proposal: 22 Agustus–2 September 2026
Tahapan pertama adalah pendaftaran sekaligus unggah proposal riset, yang berlangsung mulai:
22 Agustus sd 2 September 2026.
Artinya, calon peserta tidak cukup hanya melakukan pendaftaran. Proposal riset juga harus dipersiapkan sesuai format dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Juknis OMI 2026.
Peserta dan guru pembimbing perlu memperhatikan batas waktu ini karena proposal menjadi dasar seleksi untuk menentukan peserta yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Penilaian Proposal: 3 sd 5 September 2026
Setelah periode pendaftaran dan unggah proposal berakhir, tahapan berikutnya adalah penilaian proposal.
Penilaian dijadwalkan berlangsung pada:
3 sd 5 September 2026.
Pada tahap ini, proposal yang telah dikirim peserta akan dinilai untuk menentukan proposal terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap presentasi.
Karena itu, kualitas proposal menjadi bagian penting dalam perjalanan peserta pada OMI Bidang Riset.
3. Pengumuman Hasil Penilaian Proposal: 7 September 2026
Peserta yang lolos dari proses penilaian proposal akan diumumkan pada:
7 September 2026.
Hasil seleksi ini menjadi penentu peserta yang dapat melanjutkan ke tahap presentasi proposal riset.
Peserta dan guru pembimbing disarankan memantau informasi resmi OMI agar tidak melewatkan pengumuman dan tahapan berikutnya.
4. Presentasi Proposal: 9 sd 11 September 2026
Peserta yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti presentasi proposal pada 9–11 September 2026.
Tahap ini penting karena peserta tidak hanya dituntut memiliki proposal yang baik, tetapi juga harus mampu menjelaskan gagasan penelitian secara sistematis.
Juknis menetapkan bahwa peserta mempresentasikan proposal riset selama 5 menit dan tidak terdapat sesi tanya jawab. Penilaian meliputi kualitas materi, penataan dan kerangka berpikir atau logika, serta kemampuan presentasi yang mencakup penguasaan materi, kejelasan, efektivitas, dan etika.
5. Pengumuman Hasil Presentasi: 12 September 2026
Tahap berikutnya adalah pengumuman hasil presentasi proposal yang dijadwalkan pada:
12 September 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos kemudian memasuki tahapan penelitian atau pelaksanaan riset.
Pada tahap inilah gagasan yang sebelumnya dituangkan dalam proposal mulai dilaksanakan menjadi penelitian yang sesungguhnya.
6. Pelaksanaan Riset: 12 September sd 20 Oktober 2026
Peserta yang lolos diberikan waktu untuk melaksanakan penelitian mulai:
12 September sd 20 Oktober 2026.
Dalam tahap pelaksanaan riset, peserta melakukan proses penelitian mulai dari pencarian data, pengolahan data, hingga penulisan laporan.
Karena itu, peserta sebaiknya menyusun jadwal penelitian secara realistis sejak penyusunan proposal.
Guru pembimbing juga memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan agar proses penelitian tetap sesuai dengan metode dan ketentuan OMI.
7. Unggah Laporan Riset dan Draf Artikel
Setelah melakukan penelitian, peserta harus menyiapkan laporan riset dan draf artikel publikasi.
Juknis secara tegas menetapkan bahwa peserta harus mengunggah kedua dokumen tersebut melalui portal OMI.
Peserta yang tidak mengunggah laporan riset dan draf artikel publikasi dinyatakan gugur.
Peserta yang sudah memiliki sertifikat kekayaan intelektual juga dapat mengunggah dokumen tersebut melalui sistem.
Portal OMI dapat diakses melalui:
Portal OMI Kementerian Agama
8. Penilaian Laporan Riset
Laporan penelitian tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhirnya.
Juknis OMI 2026 menetapkan sejumlah aspek penilaian, antara lain:
- Orisinalitas atau keaslian gagasan.
- Kekayaan intelektual.
- Kreativitas dan kekinian.
- Relevansi teori dan kajian pustaka.
- Metode riset.
- Kebermanfaatan.
- Pemaparan hasil dan pembahasan.
- Koherensi dan teknik penulisan.
Hal menarik yang perlu diperhatikan adalah fokus penilaian laporan riset bukan semata-mata pada hasil, tetapi juga proses riset. Bahkan, apabila penelitian belum selesai karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, penelitian masih dapat dinilai dengan mekanisme dispensasi sebagaimana diatur dalam Juknis.
Tim juri selanjutnya menetapkan enam peserta terbaik per ruang lingkup dan jenjang sebagai grand finalis.
9. Grand Final dan Expo OMI 2026: 10–12 November
Puncak OMI Bidang Riset adalah Grand Final dan Expo, yang berdasarkan linimasa Juknis dijadwalkan pada:
10 sd 12 November 2026.
Grand Final dan Expo dilaksanakan secara luring. Direktorat KSKK Madrasah memfasilitasi akomodasi untuk satu orang peserta dari setiap riset.
Peserta Grand Final harus mempersiapkan beberapa hal penting, di antaranya:
- Video mengenai proses dan hasil riset.
- Materi presentasi Grand Final.
- Mengunggah tautan video dan materi presentasi melalui portal OMI.
- Menyiapkan poster riset.
Presentasi Grand Final OMI Riset 2026
Berbeda dengan presentasi proposal yang hanya berlangsung lima menit tanpa tanya jawab, presentasi pada Grand Final lebih mendalam.
Peserta mendapatkan waktu:
10 menit untuk presentasi dan maksimal 10 menit untuk sesi tanya jawab.
Presentasi dilakukan secara tertutup di hadapan tim juri.
Penilaian presentasi final antara lain mempertimbangkan kualitas materi atau hasil riset, desain dan sistematika presentasi, penguasaan materi, teknik presentasi, kemampuan membangun logika, efektivitas, etika, serta kemampuan menjawab pertanyaan dan berargumentasi.
Persiapkan Proposal OMI Riset Sejak Sekarang
Mengingat periode pendaftaran dan unggah proposal hanya berlangsung sampai 2 September 2026, madrasah yang akan mengirim peserta perlu segera melakukan persiapan.
Prioritas utama adalah menentukan topik penelitian yang sesuai dengan salah satu dari tiga ruang lingkup resmi OMI, kemudian menyusun proposal berdasarkan format yang telah ditetapkan.
Format proposal resmi mengatur beberapa komponen penting, di antaranya judul maksimal 15 kata, latar belakang maksimal 450 kata, rumusan masalah dan tujuan, manfaat, kajian teori maksimal 250 kata, tinjauan pustaka/riset terdahulu maksimal 500 kata, metode riset maksimal 500 kata, jadwal riset, dan daftar pustaka.
Penutup
OMI Bidang Riset 2026 menjadi kesempatan bagi siswa MTs dan MA untuk menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan gagasan ilmiah, melakukan penelitian, mengolah data, menulis laporan, dan mempresentasikan hasil riset.
Rangkaian kompetisi dimulai dengan pendaftaran dan unggah proposal pada 22 Agustus–2 September 2026, dilanjutkan seleksi dan presentasi proposal, pelaksanaan penelitian, penilaian laporan, hingga Grand Final dan Expo pada 10–12 November 2026.
Madrasah, peserta, dan guru pembimbing perlu membaca Juknis secara menyeluruh serta memperhatikan setiap batas waktu agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti tahapan kompetisi.